Assalamu'alaikum

.

Jumat, 03 Agustus 2012

Timbulnya Mazhab dalam Islam Bag.IV


2. GOLONGAN SYIAH (MAZHAB SYIAH) : Dikalangan Syiah sendiri terdapat mazhab, akan tetapi kebanyakan telah mati,miwsalnya mazhab Al – Sabaiyyah yang didirikan oleh Abdullah bin Saba yang menganggap Ali bin Abi Thalib sebagai Tuhan, Ali bin Abi Thalib sebagai Rasul. K...emudian berpendapat Jibril telah salah menyampaikan wahyu kepada Muhammad S.a.w. yang wajahnya mirip dengan Ali, mazhab ini menyimpang dari Islam san tidak punya pengikutnya lagi. Adapun mazhab Syiah yang ada sekarang ini dapat diklarifikasikan menjadi sebagai berikut : a. Yang menyimpang dari Islam sebagai berikut : 1) Isma’iliyyah Agha Khan, yang akidah dan syariatnya mengikuti ajaran nafsu Agha Khan. 2) Druz, yang mempertuhankan Al Hakim bin Amrillah (khalifah dinastiFatimah di mesir), Muhammad S.A.W. dianggap bukan sebagai Rasul tetapi hanya sebagai reformis (mushlih). 3) Babiyeh (Babisme), Mazhab inilah yang ingin memindahkan ka’bah ke pintu rumah Imamnya, demikian juga kuburan Nabi Saw. Pengikutnya adalah kelompok kecil di Iran yang juga bertentabngan dengan mazhab Ja’fariyah. 4) Baha'i , adalah aliran kebatinan di dalam syiah yang kemudian jauh menyimpang dari Islam, pengikutnya ada di India dan Pakistan. Di Indonesia (Bandung). Pernah juga muncul tetapi tidak berkembang dan ahirnya hilang. 5) Syi’ah Ghulat, kelompok ini bagian dari Syi’ah yang sangat berlebih – lebihan. b. Yang tidak keluar dari Islam meliputi antara lain : 1) Ja’fariyah / Imamiyah 2) Zaidiyah 3) Isma’illiyah Al Bahrah A. SYIAH JA’FARIYAH. Mazhab ini disebut Ja’fariyah karena,mengikuti Ja’far Al Shadiq dan pendapat pendapat ayahnya Muhammad Al Baqir keturunan keempat dari Nabu Muhammad S.a.w. Mazhab ini juga disebut sebagai mazhab Al Istna ‘Asyariyah, karena berkeyakinan bahwa khalifah (Imam) yang berhak memimpin umat Islam itu ada 12 orang dari keturunan Ahlul Bait) Nabi Muhammad S.a.w, berdasarkan wasiatnya yang mereka yakini, duabelas imam tersewbut yaitu : 1. Imam Ali bin Abi Thalib. 2. Imam Al Hasan. 3. Imam Al Husein. 4. Imam Zainal Abidin 5. Imam Muhammad Al Baqir. 6. Imam Ja’far Al Shadiq. 7. Imam Musa al Kadzim. 8. Imam Ali Al Ridha. 9. Imam Muhammad Al Taqiy ( Al Jawad). 10.Imam Ali Al Hadi 11.Imam Muhammad Al Hasan Al Asykari. 12.ImamMuhammad Al Mahdi Al Murtadzan (Masih dalam keadaan ghaib). Keduabelas Imam inilah yang secara bergantian satu persatu secara estafet kepemimpinan (Imamah) atas umat Islam setelah Rasulullah S.a.w. Syiah Ja’fariyah (Istna Al Asariyah) , berpendapat bahwa khalifah yang syah setelah Rasulullah wafat adalah Ali bin Abi Thalib, bukan Abu Bakar, kemudian tugas kekhalifahan (Imamah) atas umat itu dilanjutkan oleh keturunan Ali bin Abu Thalib dan Siti Fatimah puteri rasulullah S.a.w. Merka juga disebut sebagai Al Wakfiyah, karena menurut rangkaian Imamah atas umat Islam sampai akhir zaman meliputi 12 orang Imam. Imam Bukhari dan Muslim banyak mengungkap hadist : “ Bahwa Islam akan jaya sepeninggalanku oleh dua belas Imam”. Analog tentang Imam dua belas juga dilihat bahwa murid Nabi Isa As ada dua belas orang, demikian juga murid Nabi Zakariya ada dua belas. Imam Ja’far Al Shadiq, menetapkan hukum fiqiyah syariat Islam berdasarkan urutan dalil dalil hukum Islam yaitu : 1) Al – Qur’an 2) Al Hadist yang mengutamakan hadist Ahlu al Bait. 3) Ijma’ para Imam yang ma’shum, bukan sekedar ijma’ para ulama 4) Qiyas ditolak kecuali berdasarkan Nash. Dikalangan Syiah Imamiyah, penalaran dengan memaksimalkan potensi akal sangat dipentingkan dalam mengkaitkan relevansi dan keshahihan serta kebenaran isi suatu hadist yang berkenaan dalam suatu masalah, sehingga pada mazhab ini perkembangan filsafah Islam relatif lebih maju dari pada mazhab lainya. Dalam masalah syariat, Syiah tidak jauh berbeda dengan Ahlusunnah, perbedaan antara keduanya lebih banyak dari pada perbedaan diantara mazhab – mazhab Ahlusunnah, kecuali dalam hak kawin Mut’ah dan haramnya nikah dengan perempuan Yahudi dan Nasrani. Mazhab Syiah Istna Asyariyah (Ja’fari) ini dianut oleh sepertiga penduduk Irak, mayoritas penduduk Iran, sebagian penduduk Suriah dan Libanon, Al Ihsa, Madinah dan sebagian Pakistan. Setelah bangkitnya republic Islam dibawah Pimpinan Imam Khomaini, pengaruh perkembangan mazhab ini di seluruh Dunia sangatlah pesat, terutama dikalangan Intelektual. B. SYI’AH ZAIDIYAH : Al Zaidiyah adalah nama yang berasal dari Imam Zayd bin Ali Zaenal Abidin, saudara Muhammad Al Baqir yang merupakan Imam ke lima (5) dikalangan syiah Ja’fariyah atai keturuna ke 5 dat ri Nabi Muhammad S.a.w. Setelah Imam Husein Sayid di Karbala, kekhalifahan (Imamiyah) dibrikan pada puteranya yaitu Ali Zaenal Abidin seorang faqih yang Wara, ketika meninggal dunia ia meninggalkan dua orang putera yaitu : Muhammad bin Ali ( atau lebih dikenal Al Baqir) dan Zaid bin Ali. Sepeniggalan ayahnya, Imamah diwasiatkan kepada Al Baqir, tetapi setelah meninggal, para pengikutnya terpecah menjadi dua golongan, satru mengangakat Ja’far Al shadiq yang perkembangan selanjutnya disebut Syi’ah Jafariyah sedangkan sebagian lainya mengakat Zaid bin Ali yang dikenal dengan Syi’ah Zaidiyah. Syi’ah Zaidiyah tidak terlepas diri dari khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab (masih mengakui kekhalifahanya), sedangkan Syi’ah Ja’fariyah tidak mengakui Abu Bakar, Umar bin khattab dan Ustman bin Affan sebagai Khalifah (Imam ) yang sah. Dalam hal Imamah, Syi’ah Zaidiyah tidak mengakui lembaga pewasiatan estafetImamah, sebagai mana yang berlaku di Syi’ah Ja’fariyah. Mazhab zaidiyah lebih demokratis (dalam pengertian Barat). Tetapi pada ahirnya Zaid bin Ali mati terbunuh pada masa kekhalifahan Hisyam bin Abdul Malik, demikian anaknya yang bernama Yahya. Kekhalifahan kemudian perpindah pada anaknya, Imam Ahmad kemudian pada anaknya Al Badr. Mazhab Zaidiyah ini sampai sekarang masih diikuti oleh mayoritas penduduk Yaman Utara khususnya dikalangan Elite. C. SYI’AH ISMA’ILIYYAH AL BAHRA Al Bahrah adalah seorang penduduk Pakistan Timur (Bangladesh sekarang). Mazhab ini tidak menyeleweng dari ajaran Islam sebagai mana mazhab Isma’iliyyah Agha khan yang menyeleweng, Mazhab Isma’iliyyah Al Bahrah tak banyak berbeda dengan mazhab mazhab Islam yang lainnya. 3. GOLONGAN KHAWARIJ Dalam bidag politik mazhab ini paling demokratis. Mereka tidak menetukan khalifah itu dari Ahli al Bait dan tidak pula dari Bani Hasyim atau Quraisy, tetapi hanya berdasarkan Bai’ah. Mereka menentang pengangkatan Khalifah berdasarkan wasiat atau warisan, mereka tidak menerima keabadian jabatan khalifah, apa bila khalifah menyeleweng dari kontitusi maka boleh diturunkan, dan jabatan khalifah ini boleh ganda artinya setiap Negeri boleh mempunyai khalifah sendiri. Mereka menyebut dirinya “syurah” pembeli – pembeli yang berarti membeli kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia, selai itu mereka disebut juga “Harunuyah” yang dinisbathkan dengan dengan sebuah tempat yang bernama Haruna, dimana mereka bertempat sesudah Ali bimn Abi Thalib kembali pada pasukanya dari Shiffin lantaran tidak mau memasuki kota Kufah. Mereka juga disebut “Muhakimah” karena berpendapat : tidak ada hukum yang wajib berlaku kecuali hukum Allah”. Mazbah ini terpecah menjadi beberapa mazhab, tetapi sampai kini hanya tinggal satu mazhab saja yang masih hidup, mazhab yang telah punah yaitu diantaranya: 1. Mazhab Azariqah, mazhab inilah yang paling extrim dikalangan mazhab Khawarij dan merupakan pengikut Abu Rasyid Nafi Ibnu Azraq. 2. Mazhab Nazdat Azariyah, mereka disebut mazhab Azariyah karena bersikap pemaaf kepada orang orang yang belum tahu dan merupakan pengikut Nazdah Ibnu Amir. 3. Mazhab Alzaridah,mereka merupakan p[engikut Abdul Karim Ibnu arjad yang kemudian terpecah menjadi tujuh golongan sebelum musnahnya antara lain : a. Shalatiyah. b. Maemuniyah. c. Hamziyah. d. Khalafiyah. e. Atharfiyah. f. Syu’abiyyah g. Hazimiyah. 4. Mazhab Shafaniyah, menurut Al Thabrani, golongan ini dipimpin ol;eh Shalih Ibnu Mursanih,seorang yang suka Uzlah (bertapa) yang Zuhud, karena ia banyak beribadah, wajahnya menjadi kuning, maka mereka dinamakan :Shafaniyah” (golongan kuning). Mazhab Khawarij yang masih ada sekarang adalah mazhab Ibadiyah , pengikut Abdullah bin Ibad, pengikut mazhab ini sekarang terdapat di Moscat dan Oman di Teuk Persia, sebagian penduduk Zanzibar,Aljajair, Tunisia dan Libiya. Di Aljajair dan Tunisia, mazhab ini rukundengan mazhab Maliki, tetapi di Libiya pertentangan sangat tajam, sampai sampai saling mengkafirkan satu sama lain.Mereka mempunyai mesjid tersendiri dan tidak mau shalat digolongan mesjid Maliki. Imamnya terkenal Syeikh Buyu’udh. Diantara prinsip prinsip mereka ialah tidak sahnya adzan ganda dalam satu lingkungan dan shalat jum’atitu tidak sah sebelum adanya (apa bila tidak ada) khalifah, pendapat ini sama dengan pendapat Imamiyah. Tiga mazhab besar (Sunnu,Syiah dan Khawarij ), mereka adalah benteng benteng Islam yang berjuang menegakkan hukum Islam, kendati ada perbedaan di kalangan mereka semuanya itu adalah khazanah kekayaan umat sekarang ini. ( Sumber dari : Perbandingan Mazhab Dalam Islam oleh : K.H. drs. Muchtar Adam 2003 )

0 komentar:

Posting Komentar